Sepatu Nike KW Spesial
Stok Habis
Quisque id odio. Aenean commodo ligula eget dolor. Sed aliquam ultrices
mauris. Etiam rhoncus. Vivamus in erat ut urna cursus vestibulum. Donec mollis
hendrerit risus. Nullam quis ante. Sed augue ipsum, egestas nec, vestibulum
et, malesuada adipiscing, dui.
Fusce vulputate eleifend sapien. Cras non dolor. Phasellus leo dolor, tempus
non, auctor et, hendrerit quis, nisi. Sed in libero ut nibh placerat
accumsan.
Praesent adipiscing. Praesent nonummy mi in odio. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Integer tincidunt.
Nullam tincidunt adipiscing enim. Fusce pharetra convallis urna. Aliquam lobortis. Sed consequat, leo eget bibendum sodales, augue velit cursus nunc, quis gravida magna mi a libero.
Nunc interdum lacus sit amet orci. Vestibulum volutpat pretium libero. In turpis. Sed cursus turpis vitae tortor.
Nullam quis ante. Sed augue ipsum, egestas nec, vestibulum et, malesuada adipiscing, dui. Quisque id odio. Aenean commodo ligula eget dolor.
Praesent adipiscing. Praesent nonummy mi in odio. Phasellus ullamcorper ipsum rutrum nunc. Integer tincidunt.
Nullam tincidunt adipiscing enim. Fusce pharetra convallis urna. Aliquam lobortis. Sed consequat, leo eget bibendum sodales, augue velit cursus nunc, quis gravida magna mi a libero.
Nunc interdum lacus sit amet orci. Vestibulum volutpat pretium libero. In turpis. Sed cursus turpis vitae tortor.
Nullam quis ante. Sed augue ipsum, egestas nec, vestibulum et, malesuada adipiscing, dui. Quisque id odio. Aenean commodo ligula eget dolor.
Keren, sangat lebih segar. Walau saya berharap bakal ada tombol semacam home, list, keranjang, favorite, dll yang melayang, biar kayak web apps😅🙏
BalasHapusGood move mas sugeng!
Iya bro setuju
HapusKeren
BalasHapusAda fitur simpan ke keranjang lebih good
BalasHapusMakin keren template kuToko khususnya untuk penjualan produk/jasa dengan adanya tombol beli via market place
BalasHapuskeren...
BalasHapusKeren banget
BalasHapuskonsep utama kan "toko" tapi saya lihat dari rilis sampai 2026 ini ui label/label/kategori kurang mendapat perhatian, padahal sangat berguna untuk toko dgn banyak jenis produk. ui dengan tombol biasa kurang menarik.
BalasHapusyang kedua bagian foto, selayaknya toko / marketplace user biasanya zoom zoom foto produk, dan di kutoko pengalaman itu terbatas, lightbox itu sangat penting, apalagi kalau bisa modif jadi ringan dan mudah digunakan pengunjung awam pasti jos
mas keren udah hilang tombol saat produk habis.
BalasHapustapi kelihatan boring ya mas.
gimana kalau bgini aja mas.
barusan saya tanya ai untuk produk yang udah habis tombolnya bagusnya di apakan?
Intinya jawabannya harus ada keterangan biar visitor ga merasa web kita ga terurus.
ini jawaban ai mas:
Dalam dunia produk digital atau katalog, membiarkan tombol "Order Sekarang" pada produk yang habis (out of stock) tanpa keterangan jelas bisa membuat calon pembeli kecewa dan menurunkan kepercayaan mereka pada website Anda.
Berikut adalah beberapa pilihan strategi terbaik, tergantung pada rencana Anda untuk produk tersebut:
1. Jika Produk Akan Ada Lagi (Restock/Update)
Jangan dihapus, tapi Ubah Tombolnya.
Ganti Teks Tombol: Dari "Order Sekarang" menjadi "Ingatkan Saya" atau "Waiting List".
Arahkan ke WhatsApp: Biarkan mereka klik dan masuk ke WA Anda dengan pesan otomatis: "Halo, saya tertarik dengan produk [Nama Produk], kabari saya ya kalau sudah ready kembali."
Manfaat: Anda tetap mendapatkan Database (Lead) calon pembeli yang sudah pasti berminat. Begitu produk ready, Anda tinggal broadcast mereka.
2. Jika Produk Benar-benar Tidak Dijual Lagi
Jangan dibiarkan begitu saja karena akan dianggap "Web Tidak Terurus".
Ganti Teks Tombol: Menjadi "Sold Out" atau "Terjual" dan buat tombolnya tidak bisa diklik (disabled).
Berikan Rekomendasi: Di bawah tombol atau di deskripsi, tuliskan: "Produk ini sudah tidak tersedia, silakan cek [Produk Serupa B] yang lebih update di sini."
Manfaat: Anda mengarahkan trafik (calon pembeli) ke produk lain yang masih ready, jadi mereka tidak langsung menutup website Anda (menurunkan bounce rate).
3. Teknik "Social Proof" (Biarkan Tetap Terlihat)
Ada alasan bagus kenapa produk habis tetap harus dipajang (tapi dengan label "Habis"):
Meningkatkan Trust: Calon pembeli baru akan melihat bahwa produk Anda laku. Mereka akan berpikir, "Wah, jualan di sini laris ya sampai ada yang habis."
Menciptakan Urgency: Saat mereka melihat ada produk yang habis, mereka akan cenderung lebih cepat membeli produk lain yang masih ready karena takut kehabisan juga.
Rekomendasi Saya:
Untuk produk digital, sebaiknya gunakan Opsi Nomor 1.
Caranya:
Ganti tombol jadi warna yang berbeda (misal abu-abu).
Ubah teks jadi "Hubungi Admin untuk Update".
Arahkan ke WhatsApp.
Kenapa? Karena produk digital sebenarnya tidak pernah "habis" secara fisik. Jika Anda memasang status "Habis", biasanya itu artinya Anda sedang update kontennya atau sedang menutup periode promo. Dengan mengarahkan ke WA, Anda tetap bisa menjalin komunikasi dengan calon buyer tersebut.
Ada satu trik lagi: Jika Anda punya produk serupa yang lebih mahal, produk yang "Habis" ini bisa dijadikan perbandingan agar produk baru Anda terlihat lebih bernilai.
Apakah produk yang habis ini rencananya mau Anda hapus selamanya atau mau di-update isinya?
Silakan berdikusi